Kapal Ikan

Kapal ikan adalah kapal yang digunakan didalam usaha perikanan yang mencakup penggunaan atau aktivitas dalam usaha menangkap atau mengumpulkan sumberdaya perairan (aquatic resource), mengelola usaha budidaya sumberdaya perairan dan juga penggunaan dalam aktivitas, misalnya training, research dan untuk inspeksi sumberdaya perikanan (Nomura and Yamazaki, 1977)

Menurut Iskandar dan Pujiati (1995) kapal ikan dapat dikelompokkan berdasarkan pengoperasian alat tangkap yang digunakan, dibedakan kedalam empat kelompok besar , yaitu towed gear (alat tangkap ikan yang ditarik), encircling gear (alat tangkapan yang dilingkarkan), static gear (alat tangkap yang dioperasikan secara statis), dan multipurpose (alat tangkap yang lebih dari satu jenis alat tangkap).

Dimensi Utama Kapal

Ayodhyoa (1972) mengemukakan bahwa bentuk tubuh kapal ada yang langsing dan gemuk. Koefisien yang menggambarkan keadaan tersebut Coefficient of Fineness yang terdiri dari Cb (Block Coefficient), Cp (Coefficient Perismatic), Cm (Midship Area Coefficient) dan Cw (Waterplane Coefficient). Hubungan antara koefisien-koefisien adalah Cb = Cp x Cm. Urutan besarnya nilai-nilai untuk kapal ikan tersebut adalah Cb < Cp < Cm

Imron (1989) menjelaskan bahwa kapal perikanan memilki tiga dimensi dengan panjang (L),  lebar (B) dan dalam (D) atau yang biasa disebut ukuran mata (principal dimension). Principal dimension ini diperlukan untuk menentukan volume, kapasitas kapal, stabilitas serat perhitungan lainnya.

Stabilitas Kapal

Menurut Fyson (1985), stabilitas kapal ikan adalah kemampuan kapal ikan untuk kembali ke posisi semula setelah mengalami pengaruh dari gaya luar atau gaya eksternal. Faktor eksternal meliputi pengaruh angin dan ombak, adanya alat penangkap ikan di dalam air yang dapat memperbesar kemiringan kapal dan mengurangi kemampuan kapal untuk kembali tegak atau memperkecil nilai momen penegak (righting moment). Kapal memiliki kemampuan sendiri untuk kembali tegak baik pada stabilitas melintang (transverse stability), stabilitas statis (statical stability) atau stailitas membujur (longitudinal stability). Berdasarkan ketentuan bahwa kapal perikanan harus memiliki stabilitas awal (Initial stability) tidak kurang dari 0,6 meter.

Taylor (1977) dan Hind (1982) mengatakan bahwa stabilitas pada sebuah kapal dipengaruhi oleh letak titik-titik konsentrasi gaya yang bekerja pada pada sebuah kapal tersebut. Ketiga titik tersebut adalah:

1)      Titik B (centre of buoyancy) yaitu titik khayal yang merupakan pusat seluruh gaya apung yang bekerja keatas.

2)      Titik G (centre of gravity) yaitu titik khayal yang merupakan pusat seluruh gaya berat pada kapal yang bekerja secara vertikal.

3)      Titik M (metacentre) yaitu titik khayal yang merupakan titik potong dari garis khayal yang melalui titik B dan G saat kapal berada pada posisi miring akibat bekerjanya gaya-gaya pada kapal. Titik M merupakan maksimum bagi titik G, oleh karena itu posisi titik B sangat tergantung dari bentuk badan kapal yang terendam didalam air.

BIODATA

  • Nama                                            :  Ndalu Kristiono Adi
  • NIM                                              :  C44070023
  • Tempat, Tanggal Lahir          :  Jakarta, 1 Desember 1989
  • Jenis Kelamin                           :  Laki-laki
  • Hobi                                             :  Membaca, Badminton
  • Alamat                                        : BTN Cimandala Permai Blok F No. 8 Bogor
  • E-mail                                          : ndalu_01@yahoo.co.id

PENDIDIKAN

2007 – Sekarang S1 Institut Pertanian Bogor (IPB) Jurusan Teknologi Dan Manajemen Perikanan Tangkap Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP)
2004 – 2007 SMA PGRI 4 Kota Bogor
2001 – 2004 SMP Negeri 15 Kota Bogor
1995 – 2001 SD Angkasa III Jakarta Timur
1994 – 1995 TK Angkasa III Jakarta Timur

Alasan Masuk Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Departemen PSP (Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan) Institut Pertanian Bogor (IPB):

Melihat wilayah Indonesia merupakan sebagian besar perairan laut dan banyak pekerjaan masyarakat Indonesia adalah sebagai nelayan. Indonesia pun memilki tujuan tentang meningkatkan sector perikanan karena dengan menaikkan sector perikanan maka sector perekonomian Indonesia pun akan meningkat. Teknologi dalam menangkap ikan pun berbeda contohnya menangkap ikan karang, menangkap ikan tuna, menangkap ikan cakalang diperlukan teknologi alat yang berbeda-beda, dengan hal ini pun saya tertarik untuk memasuki PSP. Kekayaan sumberdaya ikan yang berlimpah tetapi belum diberlakukan maksimal oleh nelayan maka hal ini pun menjadi pendorong untuk saya. Penelitian-penelitian tentang perikanan tangkap yang saya baca pun menjadikan daya dorong untuk saya maka saya ingin menjadi salah satu dari peneliti tersebut. Saya pun menyukai perkapalan yaitu bentuk dari kapal, mengapa kapal tidak tengelam diatas air dan apa penyebabnya maka ini pun menjadikan saya semakin penasaran. Faktor-faktor kimia dan fisika yang terjadi dilaut pun menjadikan motivasi saya untuk mengetahuinya. Untuk saya, ingin sekali mengetahui bidang perikanan khususnya teknologi dan manajemen perikanan tangkap dan sangat ingin memajukan bidang perikanan. Dengan hal-hal yang telah tertulis diatas maka ketika saya lihat IPB terdapat Perikanan dan terdapat Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) maka saya segera memilih jurusan Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Institut Pertanian Bogor .

IPB (INSTITUT PERTANIAN BOGOR)

Search
Archives
Categories
  • No categories
Bookmarks